Thursday, October 29, 2009

Jeritan Lelaki

Ketika mailbox yang sudah lama terabaikan saya buka, sebuah email menarik perhatian saya. Isinya tentang ungkapan hati laki-laki. Anda yang merasa laki-laki boleh setuju boleh tidak dengan uraian berikut ini. Bagi saya, email yang dikirim seorang teman bernama Dinda Melinda itu ada benarnya juga. Teman saya ini rupanya menyadari bahwa laki-laki dan perempuan tetap berbeda. Bagus itu!

  1. Tidak Semua cowok seperti Dedy Cobuzer. Jadi jangan harap kami bisa membaca isi pikiranmu disaat kamu manyun tanpa suara. Apa susahnya sih bilang : “Aku Laper, Aku minta dibeliin pakaian, Tolong Rayu Aku...!!”
  2. Hari Minggu itu waktunya istirahat setelah 6 hari bekerja, jadi jangan harap kami mau menemani seharian jalan2 ke mall.
  3. Berbelanja BUKAN olahraga. Dan kami gak akan berpikir ke arah situ.
    Bagi kami belanja ya belanja, kalau sudah pas ya beli saja, perbedaan harga toko A dan B cuma 1,000 perak jadi nggak usah keliling kota untuk cari yang paling murah, buang2 bensin aja.
  4. Menangis merupakan suatu pemerasan.
    Lebih baik kami mendengar suara petir, guntur, bom meledak daripada suara tangisanmu yang membuat kami tidak bisa berbuat apa2.
  5. Tanya apa yang kamu mau. Cobalah untuk sepaham tentang hal ini.
    Sindiran halus tidak akan dimengerti.
    Sindiran kasar tak akan dimengerti
    Terang2an menyindir juga kita gak ngerti!
    Ngomong langsung kenapa!?
  6. Ya dan Tidak adalah jawaban yang paling dapat diterima hampir semua pertanyaan. It's Simple!!
  7. Cerita ke kami kalo mau masalah kamu diselesaikan. Karena itu yang kami lakukan. Pengen dapet simpati doang sih, cerita aja ke temen2 cewekmu.
  8. Sakit kepala selama 17 bulan adalah penyakit. Pergi ke dokter sana!
  9. Semua yang kami katakan 6 bulan lalu gak bisa dipertimbangkan dalam suatu argumen. Sebenernya, semua komentar jadi gak berlaku dan batal setelah 7 hari.
    Janji kami untuk menyebrangi lautan dan mendaki gunung itu hanyalah klise, jangan dianggap serius.
  10. Kalo kamu gak mau pake baju kayak model2 pakaian dalam, jangan harap kita seperti artis sinetron dong.
  11. Kalo kamu pikir kamu gendut, mungkin aja. Jangan tanya kami dong.
    Cermin lebih jujur daripada Lelaki.
  12. Kamu boleh meminta kami untuk melakukan sesuatu atau menyuruh kami menyelesaikannya dengan cara kamu. Tapi jangan dua2nya dong. Kalo kamu pikir bisa melakukannya lebih baik, kerjain aja sendiri.
  13. Kalau bisa, ngomongin apa yang harus kamu omongin pas iklan aja.
    Ingat, jangan sekali2 ngomong apalagi pas saat tendangan pinalty.
  14. Kami bukan anak kecil lagi, jadi tak perlu mengingatkan jangan lupa makan,
    selamat tidur, dll.
    Menurut kami itu hanyalah pemborosan pulsa saja.
  15. Kalo gatel kan bisa digaruk sendiri. Kami juga kok.
  16. Kalo kami nanya ada apa dan kamu jawab gak ada apa2, kami akan berpikir memang gak ada apa2. Ingat, seperti no.1 kami bukanlah pembaca pikiran. Ngomong baby... ngomong....!!
  17. Kalo kita berdua harus pergi ke suatu tempat, pakaian apapun yang kamu pakai, pantes aja kok. Bener. Jadi tidak ada alasan gak mau pergi ke pesta karena tidak ada baju.
  18. Jangan tanya apa yang kami pikir tentang sesuatu kecuali kamu memang mau diskusi tentang bola, game, billyard, memancing atau mungkin juga ttg teknik mereparasi mobil.
  19. Kami malas berdebat secara hati dan perasaan, ingat!! kami hanya pakai logika.
  20. Terima kasih sudah mau baca ini. Iya, aku akan tidur di sofa nanti malam.

Salam Sukses Mulia!

Yang sukses mah banyak... tapi smoga yg sukses juga skaligus mulia.


[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Monday, October 26, 2009

Apa sih Hebatnya Poligami?

Rasanya nggak ada deh! Bila kemudian orang-orang yang melakukan poligami itu berdalih untuk menolong yang lemah, mengikuti ajaran agama yang dianutnya, atau alasan apapun lainnya, barangkali perlu dilihat kembali hal yang dijadikan alasan untuk melakukan perbuatan menduakan, menigakan, atau lebih pasangan hidupnya itu. Anda pelaku poligami? Atau punya rencana mau beristri lebih dari satu? Barangkali tulisan ini ada manfaatnya buat anda.

Berapapun istri anda atau apapun rencana anda nanti dalam berumah tangga, itu bukan urusan saya. Apa yang anda lakukan adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan urusan anda masing-masing. Bicara tentang poligami, saya kok jadi tergelitik dengan berita yang dilansir berbagai media akhir-akhir ini tentang pendirian sebuah kelompok yang bagi sebagian kaum lelaki (saya) bukan termasuk sebuah prestasi yang membanggakan. Terus terang saya tidak tahu apa motif dan tujuan dari pendirian kelompok itu.

Beristri lebih dari satu memang bukan aib, juga bukan perbuatan yang tercela. Apalagi jelas-jelas dalam Al-Qur’an (An-Nisa: 3) dinyatakan bahwa memiliki istri bisa sampai empat, orang kemudian menggunakan ayat itu sebagai landasan melakukan poligami. Yang juga terjadi, sebagian laki-laki menganggap bahwa poligami itu wajib dilakukan karena agamanya memerintahkan seperti itu.

Sebagai seorang Islam, tentu saja saya sepenuhnya mengimani semua yang ada dalam Al-Qur’an. Dalam tataran mahluk yang beragama, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang ada dalam Al-Qur’an adalah perkataan Sang Penguasa Jagat Raya. Dengan demikian, semua yang ada dalam kitab itu benar adanya dan wajib menjadi panduan bagi penganutnya. Namun demikian, ada perintah-perintah Allah yang tidak begitu saja harus/bisa dijalankan. Sebagian di antaranya memiliki syarat untuk menjalankannya, termasuk perintah berpoligami.

Siapapun mereka, baik yang mendapat julukan ustad, habib, kiai, syeh atau julukan apapun, tidak ada satupun yang dapat menyamai nabi terakhir, Muhammad. Bila judul ini mempertanyakan hebatnya poligami, hanya Muhammad saja yang bisa menjawab dan menunjukkan bahwa poligami itu baik. Dan hanya Muhammad yang dapat berlaku adil ketika dia memutuskan berpoligami. Adil? Ya, adil. Itulah yang ditekankan dalam surat An-Nisa ayat 3. Dapatkah pelaku poligami berlaku adil? Bukan hanya sekedar menggilir istri-istrinya untuk berbuat yang satu itu, atau membagi-bagi harta yang dimiliki, tetapi rasa keadilan dalam kasih sayang. Mungkin dia sudah merasa telah bertindak adil terhadap istri-istrinya, namun apakah itu juga yang dirasakan para istrinya?

Anda bisa saja memberikan sanggahan terhadap apa yang saya tulis ini. Setuju atau tidak dengan tulisan ini, yang pasti hebatnya berpoligami hanya bisa dilakukan dan ditunjukkan oleh manusia yang sudah dalam posisi ‘nabi’. Jika anda merasa hebat karena telah memiliki istri lebih dari satu, saya kok jadi geli dengan cara berpikir anda yang begitu sederhana. Jangan-jangan anda tidak sadar bahwa sebenarnya anda ini lebih cocok disebut sebagai ‘tukang kawin’. Di sekitar tempat tinggal saya, banyak tukang kawin yang saya lihat. Ayam, maksudnya. Bila anda kemudian bergabung dengan kelompok yang menuai kontroversi belakangan ini, saya harap anda sadar dan tahu dengan apa yang anda lakukan. Apapun motif dan tujuan kelompok itu, bagi saya, kelompok itu hanyalah kumpulan orang-orang yang ingin pamer bahwa mereka merasa menjadi orang hebat karena telah berhasil memiliki istri lebih dari satu. Dah, itu saja.

Sekali lagi, saya meyakini berpoligami adalah sesuatu yang halal dan sesuai syariat agama. Namun, ayat yang ada dalam Surat An-Nisa bukan otomatis menjadi perintah yang harus dijalankan oleh seluruh penganutnya. Apalagi kemudian melembagakannya dengan mendirikan sebuah kelompok. Alamak!

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Wednesday, October 21, 2009

Survival

Tiga pramugari sedang berada dalam situasi genting. Pesawat terbang yang mereka awaki akan jatuh. Pilot sudah mengirimkan sinyal SOS ke bandara terdekat. Pramugari pertama berwajah cantik, ngakunya dia orang Sunda. Yang kedua, wajah tidak terlalu cantik, sedang saja, tapi kulitnya putih dan badannya seksi. Dia bilang keturunan Menado. Pramugari ketiga berkulit hitam. Ada darah Afrika yang mengalir di tubuhnya. Meskipun demikian, parasnya cukup menarik. Menurut anda, ketika pesawat terbang itu jatuh, siapa yang akan dievakuasi terlebih dahulu?

Saat pesawat sudah tidak terkendali dan akan jatuh, ketiga pramugari itu ternyata tidak melakukan tindakan yang telah diajarkan saat training. Pramugari yang orang Sunda segera membuka tas tangannya dan mengambil peralatan kosmetik. Dia mulai dandan agar kelihatan cantik dan menarik. Kedua temannya terheran-heran. Pesawat mau jatuh, kok malah dandan. Pramugari Sunda ini kemudian mengatakan alasannya kenapa malah dandan, “Yang dievakuasi ketika ada pesawat jatuh biasanya yang cantik dulu.”

Pramugari yang keturunan Menado lain lagi. Dia kemudian merobek rok panjangnya di atas lutut, hampir mendekati pangkal paha malah. Baju lengan panjangnya juga dirobek sehingga berubah menjadi baju “yukensi” (you can see) atau orang Bogor bilang “lekbong” (kelek katembong=keteknya kelihatan). Tak lupa tiga kancing bagian atas dia lepas. Katanya, “Yang ditolong dulu biasanya korban yang berbadan seksi dan merangsang."

Pramugari berkulit hitam lebih dahsyat lagi. Bukan dandan, atau merobek-robek baju seperti yang dilakukan kedua temannya, dia malah melepas seluruh pakaian yang menempel di badannya. Dia telanjang bulat. Hiiiiiiiiiiiiiiii.... Apa argumennya? Katanya, “Kan yang dicari setiap ada kecelakaan pesawat adalah kotak hitam (blackbox)?” Kotak hitam? Segitiga hitam kaleeeee...

Anda yang merasa anggota tim SAR jangan tersinggung dulu. Saya tidak bermaksud mendiskreditkan orang-orang yang berjiwa mulia seperti anda, yang kadang-kadang juga bertaruh nyawa dalam menolong korban kecelakaan atau musibah lain. Bila ada yang seperti diprasangkakan oleh ketiga pramugari itu, barangkali itu hanya beberapa gelintir dari anggota tim yang ada. Atau, kalaupun semua anggota tim SAR yang mayoritas laki-laki berkelakuan seperti itu, kita berpikiran positif saja. Namanya juga manusia, laki-laki, normal, wajar bila yang dipilih yang cantik, seksi, atau merangsang. Tentang kotak hitam dalam kecelakaan pesawat, sudah pasti barang itu akan dicari sampai dapat.

Saya juga tidak mengolok-olok suku atau bangsa apapun. Bila saya menyebut Sunda, Menado, atau Afrika, itu hanya sebuah latar sebagai bagian dari sebuah cerita. Jangan terlalu diambil hati. Bila ada kebiasaan orang Sunda suka dandan, barangkali itu yang terlihat di mata umum tentang orang Sunda yang selalu tampil cantik dan menarik. Jika orang Menado berkulit putih dan suka tampil seksi, apakah itu aneh menurut anda? Tentang pramugari hitam yang telanjang bulat, no comment sajalah. Saya rasa semua orang suka telanjang, terutama saat mau mandi.

Kesimpulannya, manusia akan menjadi kreatif ketika dalam keadaan kepepet. Masing-masing orang punya kreativitas sendiri sesuai latar belakangnya, bisa pendidikan, budaya, sosial, pengalaman pribadi, dan lain-lain. Orang juga akan menjadi kreatif ketika dia harus mempertahankan hidupnya.

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Tuesday, October 20, 2009

Orang Miskin Sukses? Haram!

Sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan melalui target yang jelas, perencanaan yang matang, keyakinan, kerja keras, keuletan dan niat baik. Itu kata-kata yang sempat saya salin ketika saya ada di ruang meeting sebuah perusahaan. Perkataan bijak itu dibingkai dengan indah dan digantung di salah satu tembok. Bagi anda, masuk akalkah kata-kata itu?

Anda pasti menebak saya akan bicara tentang kesuksesan. Untuk saat ini apa yang anda duga itu saya betulkan, karena saya belum punya ide untuk melanjutkan tulisan ini. Nantinya akan berisi apa, itu belum terpikirkan. Bila sekarang saya telah berani menguploadnya, itu semata-mata untuk booking tempat agar bisa masuk di bulan ini.

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Monday, October 19, 2009

Ujung Genteng: Catatan yang Tertinggal

Catatan perjalanan ini sudah berminggu-minggu ada dalam tas. Sejak pulang dari tempat yang sesuai dengan namanya, Ujung Genteng, yang memang benar-benar berada di ujung wilayah Kabupaten Sukabumi, saya belum sempat membuka-bukanya lagi. Dengan sedikit memaksakan diri meluangkan waktu, saya akan tuliskan kisah menarik itu untuk anda. Sebuah perjalanan hati yang saya lakukan saat libur lebaran kemarin. Bagi teman-teman seperjalanan, mohon maaf, baru sekarang hasrat anda untuk membaca sekaligus mengenang kembali masa-masa di Ujung Genteng bisa kesampaian.

Tidak mudah untuk mencapai Ujung Genteng. Bukan dalam artian langkanya tranportasi atau medannya yang begitu terpencil, tetapi lebih karena tuntutan fisik dan mental yang prima. Kenapa saya berkata demikian? Dari semua perjalanan yang pernah saya jalani, inilah yang paling berat. Entah karena faktor ‘U’ yang susah diajak kompromi, atau memang seperti itulah kenyataan yang ada. Setelah anda membaca tulisan ini sampai tuntas, barangkali anda bisa menyimpulkan sendiri.

Awalnya saya tidak ada rencana, dalam waktu dekat, pergi ke tempat tersebut. Barangkali, memang sudah tiba waktunya untuk berangkat lebih cepat ketika suatu sore serombongan teman-teman muda datang berkunjung. Mereka bermaksud meminjam tenda. Untuk apa? Rupanya mereka akan pergi camping ke pantai, di Ujung Genteng. Mereka menawari saya untuk bergabung.

23 September 2009
Esok harinya perjalanan dimulai. Saya memutuskan ikut serta. Tidak sendiri, saya berangkat bersama dua junior saya (Izal & Reyhan) dan emaknya (Utami). Teman-teman muda saya yang baik hati mengajak jalan-jalan adalah Ical, Ade, Bedul, Fatimah, dan Titi. Total peserta jadinya sembilan orang.

Tempat berkumpul yang disepakati sebelum berangkat adalah di depan pos polisi yang ada di depan Terminal Baranangsiang. Rencana akan berangkat dari terminal itu jam 7.30 pagi tetapi prakteknya, bis baru jalan sepuluh menit kemudian.

Ok, sementara sampe di sini dulu. Ntar kalo sudah longgar waktunya saya terusin lagi. Sori.

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Friday, July 03, 2009

Tengil

Ah, ini sih tumpahan uneg-uneg saya tentang orang-orang tengil yang ada di sekeliling kita. Seperti apa sih tengil itu? Banyak, banyak perilaku yang dapat menjadikan seseorang pantas menyandang gelar tengil. Anda gimana, tengil atau tengik, atau kedua-duanya? Coba cocokkan diri anda dengan apa yang tertulis di bawah ini.

Entah kenapa muncul julukan tengil yang disandangkan untuk orang-orang dengan perlakuan tertentu. Saya tidak akan membahas dari sudut pandang bahasa dan selain juga karena malas membuka kamus. Saya hanya akan menyampaikan dari apa yang saya lihat dan rasakan. Orang tengil bisa secara universal artinya semua orang melihat dia memang benar-benar tengil. Namun, ada juga tengil yang lebih bersifat subyektif, hanya orang tertentu yang menganggapnya demikian sementara orang lain melihat orang itu biasa saja.

Pernahkah anda merasakan seperti itu? Merasakan bahwa orang lain bersikap dan berperilaku tengil? Jika berhadapan dengan orang tengil yang perlu dilakukan adalah sabar dan tetap bersikap baik. Terus terang saya sendiri tidak tahu mengapa ada orang-orang tengil. Barangkali salah satu penyebabnya adalah karena memiliki jabatan. Dengan jabatan itu dia kemudian berlagak. Akibatnya apa yang terlihat di mata orang lain adalah ketengilan.

Barangkali anda pengen tahu alasan saya membuat tulisan ini. Pemicunya adalah adanya orang yang saya rasakan, meskipun kadang-kadang, kok, orang ini tengil banget ya. Sebel banget jadinya. Jangan tanya siapa dia! Yang pasti dia bukan kebo. Daripada saya umpat-umpat dia lalu dia jadi tersinggung dan sakit hati, kan mendingan saya tulis saja. Dia tidak sakit hati dan saya jadi berkurang sebelnya. Jika dia kemudian baca tulisan ini terus merasa bahwa dia yang ditulis lalu jadi sakit hati, ya salah sendiri. Kenapa begitu GR-nya.

Orang-orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan tetapi tidak amanah sering dan sangat mungkin menjadi orang tengil. Seolah-olah jabatan dan kekuasaan yang dipegangnya akan selamanya. Bisa jadi karena di otaknya berpikiran seperti itu, dia menjadi tengil. Tengil yang wujudnya berupa sikap otoriter, semena-mena, menganggap properti kantor adalah milik pribadi, dan bentuk-bentuk lain yang tidak mengenakkan orang lain.

Bicara tentang orang yang menganggap jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya akan abadi, saya kok jadi ingat dakwah yang pernah disampaikan dai terkenal yang kemudian menjadi tidak populer karena melakukan poligami. Bila memiliki jabatan atau kekuasaan, seharusnya seperti tukang parkir. Dia memiliki banyak mobil, baik mobil biasa atau mewah. Tetapi ketika mobil-mobil itu diambil, dia tidak marah atau bahkan ngamuk karena dia tahu itu bukan miliknya. Dia ikhlas menyerahkan mobil-mobil itu. Bila anda memiliki jabatan dan kekuasaan di dalamnya, seharusnya anda seperti tukang parkir dengan mobil-mobilnya. Apa yang sedang di tangan anda itu hanyalah titipan. Jangan berpikiran akan memilikinya selamanya. Jika anda tidak mau seperti tukang parkir, bersiap-siaplah menjadi orang yang dihinakan. Dan, bisa jadi penyakit kejiwaan yang bernama post power syndrome akan menghampiri anda.

Pertanyaan mendasar: Tengil itu anda difinisikan apa?

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Thursday, July 02, 2009

Mari Telanjang

Jangan berpikir yang enggak-enggak! Saya tidak bertanggung jawab bila anda berprasangka yang macam-macam. Jika anda kemudian ‘ngeles’ (orang pinter bilang: melakukan pembelaan) dengan mengatakan karena judul yang saya buat, itu juga salah anda sendiri membaca judul seperti itu lalu jadi ngeres. Bisa dikatakan, pada dasarnya otak anda memang ngeres. Judul yang saya buat ini hanya sekedar menstimulus (saya tidak menggunakan kata ‘merangsang’ agar ngeres anda tidak makin parah) otak esek-esek anda itu. Mau protes?

Sekarang ini kan sudah masuk bulan Juli, wal khususon sebentar lagi tanggal 8. Anda tahu kan, tanggal itu negeri kita ini akan melaksanakan hajatan nasional. Ada pemilihan presiden yang akan diselenggarakan baik di dalam negeri maupun di KBRI-KBRI yang ada di manca negara sono. Terus apa urusannya dengan telanjang dan ajakan untuk buka-buka baju? Hlo, kenapa anda protes? Kan suka-suka saya kasih judul seperti itu. Bila anda penasaran dan segera ingin tahu mengapa judulnya seronok seperti itu, sabar, sabar, sabar, semua akan saya jelaskan. Saya memang akan ngobrol dengan anda tentang pemilihan presiden yang disambut dalam bentuk yang bermacam-macam oleh warga negara ini.

Kita bicara dulu tentang bentuk sambutan. Seperti apa sih sambutan yang diberikan oleh sodara-sodara sebangsa setanah air kita ini. Yang saya lihat dengar dan rasakan, ada yang antusias. Bentuk antusiasnya juga macam-macam. Misalnya, mereka ikut kampanye kesana-kemari meskipun nggak jelas apa nanti yang akan dia nikmati bila idolanya itu terpilih. Ada yang antusias dengan cara kampanye sani-sini, padahal dia bukan juru kampanye, hanya sekedar simpati dengan calon tersebut. Ada pula yang mengeksploitasi orang lain dengan menggunakan jabatan dan kekuasaannya, tidak beda dengan penjilat dan tukang cari muka. Ada yang membagi-bagi atribut, macam-macam atribut, padahal pernah ketemu saja tidak dengan calon itu. Dia hanya tahu dari cerita orang, dari media, dan dari menebak-nebak sesuai imajinasi. Bisa dibayangkan kan bagaimana jika bisa ketemu sendiri dengan tokoh idolanya? Suruh njilat pantatnya barangkali juga akan dengan senang hati dia lakukan.

Itu contoh mereka yang begitu antusias. Bentuk lain adalah tidak peduli. Anda mau protes dengan orang-orang seperti ini? Bila anda orang yang memiliki antusiasme seperti yang saya sebutkan di atas, barangkali iya. Maksudnya anda akan protes habis-habisan dengan sikap orang-orang yang tidak peduli ini. Lebih-lebih bila anda jago debat plus punya kekuasaan, dahsyat deh pasti usaha anda menaklukkan mereka yang tidak mau peduli dengan hajatan nasional yang sebentar lagi akan berlangsung. Apalagi anda tahu orang-orang itu tidak memilih calon anda. Kebakaran jenggot deh anda ini. Baik jenggot atas maupun bawah. Oops! Memang ada jenggot bawah? Bukan jenggot kali ye namanya. Mereka yang tidak peduli, tidak heran bila kemudian menjadi golongan suci alias golongan putih. Mau protes lagi dengan sebutan ini? Salah satu penyebab kenapa mereka golput adalah karena mereka suka telanjang. Apalagi ini?

Saya akan jelaskan yang saya maksud dengan golput dan hobi telanjangnya setelah yang satu ini. Sekarang saya sebutkan satu bentuk lagi selain antusias dan tidak peduli, yaitu bingung. Tidak sedikit orang-orang yang bingung dengan pemilihan presiden saat ini. Mereka tidak mengerti. Dan inilah yang digunakan oleh para calon dan tim suksesnya untuk membentuk opini yang terbaik tentang mereka. Karena semua mengkampanyekan hal-hal yang baik, mereka akhirnya bukannya makin ngerti tetapi malah bingung. Mereka bingung dengan pesan yang disampaikan. Mereka bingung dengan ambisi masing-masing calon presiden. Dan, mereka bingung siapa sebenarnya calon-calon presiden yang ingin memimpin itu. Bagi mereka, semua calon itu jelas tapi gelap, atau malah jelas-jelas gelap. Di mata mereka, para calon itu tidak mau buka-bukaan, atau katakanlah, tidak mau telanjang. Sebagai akibatnya, kebingungan dari orang-orang itu akhirnya membuat sebagian dari mereka memilih untuk menjadi golput. Karena para calon itu malu untuk telanjang sedangkan para golput justru senang dengan yang buka-bukaan, maka golput-golput ini kemudian mengabaikan pemilihan yang bakal terjadi nanti.

Jika saya mengatakan mereka golput karena bingung, sebenarnya buka semata-mata bingung seperti bingungnya orang linglung. Kebingungan mereka lebih karena tidak bisa memahami calon-calon yang lagi maju. Sudah jamak memang bila orang yang ingin mendapatkan sesuatu kemudian menonjol-nonjolkan hal-hal yang baik-baik. Tapi coba, dan seandainya, yang diperlihatkan hal-hal yang memalukan, barangkali orang malah akan menjadi simpatik (atau justru menjadi jijik?). Sehingga ketika kita harus memilih, kita akan memberikan pilihan kepada calon yang paling sedikit memiliki kesalahan, keburukan, atau kejahatan. Namun rasanya aneh dan nggak mungkin ya hal itu terjadi?

Alangkah indahnya bila calon pemimpin, presiden misalnya, berani telanjang di depan para pemilih. Mereka berani mengakui kebobrokannya, mereka tidak sungkan-sungkan mengatakan bahwa dulu pernah korupsi sekian milyar, beberapa waktu yang lalu pernah nggodain istri temannya, belum lama berselang telah ngemplang utang dari bank, and so on and so on. Apa komentar anda? Nggak masuk akal? Mungkin ya mungkin tidak. Ada benarnya, atau barangkali tidak mungkin bakal terjadi. Namun bagi saya, saya akan sangat respek dan bersimpatik saat ada orang yang mencalonkan dirinya menduduki sebuah kursi kekuasaan kemudian secara terbuka dan jujur memaparkan kejelekan atau bahkan kejahatan yang pernah dia lakukan. Dengan demikian, siapa yang terpilih bukan dia yang paling pinter berbohong dan bermanis-manis muka atau istilah populernya jual pesona, tetapi adalah karena dia yang memiliki paling sedikit atau pendek catatan hitamnya.

Sayangnya negeri kita ini cukup unik. Bahkan bangsanya sendiri kadang tidak bisa memahami. Korupsi, misalnya, yang digembar-gemborkan merusak sendi-sendi perekonomian rakyat tetap dilakukan. KPU yang dibentuk memberi kesan semu kepada rakyat bahwa pemerintah memang serius menangani korupsi. Saya tidak mengecilkan peran KPU, tetapi hasil kerja komisi ini masih jauh dari yang diharapkan. Apalagi ketuanya malah tersangkut kasus. Makin ruwet deh jadinya.

Terus mau gimana kita? Kita berdoa saja mudah-mudahan para calon presiden ini mau telanjang. Bila mereka tidak bersedia melakukan (apa perlu kita yang menelanjangi?), ya mudah-mudahan calon presiden periode berikutnya mau melakukan. Jika ternyata juga tidak mau, kita tetap berdoa mudah-mudahan suatu saat siapapun yang mencalonkan dirinya menjadi presiden, bahkan bukan hanya presiden tetapi apapun, mereka berani mempertontonkan aibnya untuk bisa dipilih. Tuh, kan keren bila itu yang terjadi. Makanya jangan ngeres dulu bila saya mengajak anda telanjang. Eh, anda membaca tulisan ini celananya sudah dipakai belum?

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)

Friday, June 19, 2009

Saat Ini Waktu Dulu

Anda yang belum tahu, hari ini saya ulang tahun. Terima kasih, terima kasih, terima kasih, atas ucapannya. Bukannya saya tidak menghargai perhatian anda, tapi bagi saya hari ini tidak ada bedanya dengan hari-hari yang lain. Yang agak berbeda, saat ini merupakan tanggal dan bulan yang sama dengan tanggal dan bulan ketika saya dilahirkan dulu. Berapa usia saya sekarang? Itu juga tidak penting buat saya. Jika anda ngeyel pengen tahu, itu aneh. Saya yang punya umur saja tidak peduli, kok anda mau-maunya ngotot seperti itu.

Anda sendiri menganggap penting nggak dengan ulang tahun anda? Bila anda sangat bangga dengan ulang tahun kelahiran anda sehingga sampai bersedia mengeluarkan uang banyak untuk mengadakan pesta, saya maklum. Jika anda sama seperti saya, menganggap biasa-biasa saja, saya juga tidak otomatis memuji anda. Sikap apapun yang anda ambil, semua terserah anda. Bukannya saya pelit bila tidak merayakan hari ulang tahun. Tanpa hari ulang tahunpun buat saya tidak ada masalah bila harus mengeluarkan uang banyak untuk mentraktir anda semua. Saya ini kan orangnya suka mentraktir orang. Cuma yang saya khawatirkan, anda siap nggak saya traktir?

Bicara tentang hari ulang tahun, kadang-kadang saya suka nggak enak dengan teman. Mereka, teman saya, adalah orang-orang baik. Begitu perhatiannya mereka bila ada salah satu yang berulang tahun. Tidak lupa, ucapan selamat disertai jabat tangan atau sun pipi kiri kanan bagi sesama perempuan selalu dilakukan. Saya sendiri bukannya tidak senang bila mendapat ucapan semacam itu. Yang membuat saya tidak enak, kok rasanya antusiasme saya tidak seheboh mereka. Padahal kan saya yang merayakan? Entahlah. Mudah-mudahan sikap saya ini tidak menyakiti hati orang lain. Barangkali lewat tulisan ini anda bisa memahami saya, sekaligus dengan tulisan ini saya minta maaf bila respon saya tidak sesemangat anda.

Oke deh, saya tidak berpanjang kata. Pertama, mungkin anda akan menjadi bosan, kedua, karena kepala saya sedang pusing. Dan penyebab kedua itulah yang paling utama menyebabkan saya menghentikan tulisan ini. Terus terang penyebab pertama sebenarnya hanya basa-basi saja. Anda mau bosan kek, mau seneng, buat saya nggak ngaruh. Bila saya ingin menulis banyak-banyak, ya saya akan menulis banyak. Peduli amat apa kata orang. Lebay lah, wordy lah, berlebih-lebihan, apapun, akan saya anggap angin lalu.

Jadi, sekali lagi, terima kasih atas atensinya. Untuk yang kedua kalinya, saya mohon maaf bila saya tidak terlihat seantusias yang anda harapkan. Pusing di kepala ini lah yang menjadi biang keroknya. Gara-gara tidur gak teratur semalam, akibatnya hari ini kepala empot-empotan. Oh ya, nggak usah repot-repot memberi kado saya. Bila anda tetap bermaksud memberi kado, silakan, saya akan terima dengan senang hati. Jangan! Jangan memberi Blackberry. Saya nggak butuh gadget itu. Cukup strawberry saja. Sip kan?

[+] Lanjutannya... (bila tidak bisa, klik judul yang ada di BLOG ARCHIVE)